Tujuan Bahasa Roh Pada Gereja Mula-Mula Berdasarkan Kisah Para Rasul

Penulis

  • Iwan Setiawan Sekolah Tinggi Teologi Arrabona
  • Hilda Naomi Sekolah Tinggi Teologi Arrabona
  • Meny Sulastry Sekolah Tinggi Teologi Arrabona
  • Asmi Wori Sekolah Tinggi Teologi Arrabona
  • Yufen Samgar Feo Sekolah Tinggi Teologi Arrabona

DOI:

https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.105

Kata Kunci:

Bahasa Roh; Pemberitaan Injil; Kisah Para Rasul

Abstrak

Bahasa roh adalah karunia yang diberikan Allah melalui kuasa Roh Kudus. Bahasa roh berasal dari Allah yang diberikan kepada mereka yang benar-benar percaya kepada Tuhan. Karunia adalah perlengkapan yang diberikan Tuhan dengan cuma- cuma bagi orang yang percaya sungguh-sungguh agar dapat melayani orang lain bagi kemuliaan Tuhan, karunia untuk melayani dengan tujuan agar orang lain diselamatkan. Bahasa roh yang benar memang berasal dari Roh Kudus bukan karena hafalan. Semua karunia yang baik berasal dari Tuhan, ketika dipenuhi Roh Kudus harus hidup sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur atau kajian kepustakaan yaitu penelusuran pustaka, memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data yang dibutuhkan oleh penulis dalam penelitian. Riset pustaka berfokus pada bahan koleksi perpustakaan tanpa menggunakan riset lapangan. Tujuan penelitian untuk ingin memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dan alkitabiah mengenai tujuan bahasa roh menurut Kisah Para Rasul. Hasil penelitian yang didapat mengenai tujuan bahasa roh berdasarkan Kisah Para Rasul adalah bahasa roh digunakan untuk pekabaran Injil dengan cara memberitakan perbuatan-perbuatan Allah yang besar, bahasa roh dipergunakan untuk memuliakan Allah, bahasa roh merupakan tanda baptisan dan bahasa roh menghasilkan hidup dalam kesehatian.

Referensi

“Arti Kata Bahasa Roh Menurut Kamus KBBI Online, Makna Kata Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia,” n.d.

Barbara, Ns Laksita. “Systematic Review Dalam Kesehatan: Langkah Demi Langkah,” 2020.

Bennett, Dennis J. “How to Pray for the Release of the Holy Spirit : What the Baptism or Release of the Holy Spirit Is, and How to Pray for It,” 1985, 119.

Brian J Vickers. “Apa Itu Lidah Api? (Kisah Para Rasul 2).” Crossway, 2019.

Fu, Timotius. “Bahasa Roh Menurut Calvin Dan Implikasinya Bagi Gereja Masa Kini,” 2009.

Hasan Susanto. Perjanjian Baru Interlinear Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru (PBIK) Jilid I. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia, 2014.

———. Perjanjian Baru Interlinier Yunani-Indonesia Dan Konkordansi Perjanjian Baru Jilid I, II. Malang: Literatur SAAT, 2014.

Henry, Matthew, and Leslie F Church. “Commentary on the Whole Bible: Genesis to Revelation PC Study Bible Formatted Electronic Database.” By Biblesoft, Inc.All Rights Reserved, 2006.

Hermanto Suanglangi. “Bahasa Roh: Apa Dan Bagaimana?” Vol. 2, No (2004): 17–25. https://doi.org/DOI: http://dx.doi.org/10.25278/jj71.v2i1.146.

Joel N. Musvosvi. “Fungsi Karunia Bahasa Roh Dalam Kitab Kisah Para Rasul.” International Journal for Pastors, n.d.

“JURNAL TEOLOGI DAN PELAYANAN KRISTIANI Vol 2, No 2, Desember 2022; 132-149 e-ISSN 2798-2084 Available at: Https://Www.Stttorsina.Ac.Id/Jurnal/Index.Php/Miktab/ - Penelusuran Google,” n.d.

Lewis Johnston. “Karunia Bahasa Roh Dalam Kitab Kisah Para Rasul.” plymouthbrethren, n.d.

Matthew E. Carlton. Kisah Para Rasul Terjemahan Khusus Dan Pendalaman Alkitab. Jakarta: Yayasan Karunia Bakti Budaya Indonesia, 2002.

Mau, Marthen. “Makna Glossalalia Menurit Kisah Para Rasul 2:1-13 Dan Implikasi Urapan Roh Kudus Bagi Mahasiswa Teologi.” Veritas Lux Mea 3, no. 1 (2021): 46–57.

Nicolas, Djone Georges. “Analisis Model Pelayanan Jemaat Mula-Mula Berdasarkan Kisah Para Rasul: Suatu Teladan Bagi Gereja Masa Kini.” Formosa Journal of Multidisciplinary Research 1, no. 3 (2022): 521–32.

Pelayan, Pemahaman, Tentang Karunia, and Bahasa Roh. “J t s 2022” 11, no. September 2021 (2022): 69–75.

“Reinhard Bonke, Mighty Manifestations (Surabaya: Majesty Books Publisher, 2006), 243. - Penelusuran Google,” n.d.

Romadhon, Mohamad. “Dampak Pencurahan Roh Kudus Dalam Kisah Para Rasul Bagi Pembentukkan Karakter Mahasiswa STT Galilea Indonesia” 5, no. 1 (2023): 22–41.

Santosa, Eka Budhi. “Dinamika Roh Kudus Dalam Ibadah Pentakosta.” Jurnal Antusias 2, no. 1 (2012): 180–202.

“Semeyna and Schmaltz, “‘Glossolalia Meets Glosso-Psychology: Why Speaking in Tongues Persist in Charismatic Christian Anad Pantecostal Gathering,’ n.d, 40.,” n.d.

Setiawan, Iwan, Elisabeth Ngana Hama Ayli, Chresty Thessy Tupamahu, Elri Masniari Saragih, and Risart Pelamonia. “Menyelesaikan Pekerjaan Tuhan Berdasarkan Yohanes 4: 34.” Manna Rafflesia 8, no. 2 (2022): 423–48.

Setiawan, Iwan, and Reagen Petrus Banea. “Kontekstualisasi Menurut Kisah Para Rasul 17: 16-34.” Te Deum (Jurnal Teologi Dan Pengembangan Pelayanan) 12, no. 2 (2023): 359–78.

Siahaan, Harls Evan R. “Bahasa Roh Dan Spiritualitas Perikoresis Dalam Peristiwa Pentakosta: Analisis Reinterpretatif Kisah Para Rasul 2:1-13.” Logia: Jurnal Teologi Pentakosta 2, no. 2 (2021): 18–31.

Suanglangi, Hermanto. “Bahasa Roh: Apa Dan Bagaimana?,” n.d.

Williams, David J. Acts (Understanding the Bible Commentary Series). Baker Books, 2011.

Wright, Tom. “Kisah Para Rasul Untuk Semua Orang.” Jakarta: Perkantas, 2011.

Yune Sun park. TAFSIRAN ALKITAB KISAH PARA RASUL. batu, malang: Departement Literatur YPPII, 2001.

Zed, Mestika. Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia, 2008.

Diterbitkan

2024-02-29

Cara Mengutip

Setiawan, I. ., Naomi, H., Sulastry, M., Wori, A., & Feo, Y. S. (2024). Tujuan Bahasa Roh Pada Gereja Mula-Mula Berdasarkan Kisah Para Rasul. Jurnal Arrabona, 6(2), 136–149. https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.105

Terbitan

Bagian

Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama