Misi Yesus Melampaui Batas-Batas: Memaknai Misi Yesus dalam Konteks Lintas Budaya berdasarkan Markus 7:24-30 dan Implikasinya bagi Misi Kristen

Penulis

  • Andri Vincent Sinaga Sekolah Tinggi Teologi Abdi Sabda Medan
  • Roby Hendra Tumangger Sekolah Tinggi Teologi Abdi Sabda Medan

DOI:

https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.110

Kata Kunci:

christian mission, cross-cultural, mark 7:24-30, mission theology, inclusivism

Abstrak

Misi Kristen seringkali ditafsirkan secara sempit dan eksklusif, tanpa mempertimbangkan konteks lintas budaya. Padahal Yesus sendiri memperlihatkan sikap terbuka dan inklusif dalam perjumpaan-Nya dengan perempuan Siro Fenisia di Markus 7:24-30. Penelitian ini bertujuan menggali makna teologis misi Kristen dalam konteks lintas budaya berdasarkan kisah Yesus dan perempuan Siro Fenisia dalam Markus 7:24-30. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis terhadap Markus 7:24-30. Data-data dikumpulkan melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yesus memperlihatkan sikap terbuka dan ramah terhadap perempuan Siro Fenisia yang berbeda budaya dan agama. Yesus berani melintasi batas-batas tradisi dan prasangka untuk menunjukkan kasih Allah bagi semua orang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa misi Kristen sesungguhnya bersifat inklusif dan melampaui batas-batas budaya. Misi Kristen pada intinya adalah panggilan untuk membagikan kasih Kristus kepada semua orang tanpa memandang latar belakang budaya pun agama.

Referensi

Adams, Daniel J. Teologi Lintas Budaya: Refleksi Barat di Asia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.

Adilang, Ryanto, dan A Kalundang. “Remah Untuk Anjing: Memahami Perilaku Yesus dan Respon Perempuan dalam Markus 7:24-30.” DA’AT : Jurnal Teologi Kristen 4, no. 1 (2023): 1–14.

Anton, Hope S. Pendidikan Kristen Kontekstual. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2010.

Arifianto, Yonatan Alex. “Bible Study of Mission and Discipleship in the Great Commission and Its Implications for Today’s Christian Life.” DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika 5, no. 2 (2020): 25–42.

Arifianto, Yonatan Alex, Sari Saptorini, dan Kalis Stevanus. “Pentingnya Peran Media Sosial Dalam Pelaksanaan Misi di Masa Pandemi Covid-19.” HARVESTER: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen 5, no. 2 (2020): 86-104.

Arifianto, Yonatan Alex, dan Kalis Stevanus. “Membangun Kerukunan Antarumat Beragama Dan Implikasinya bagi Misi Kristen.” HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 2, no. 1 (2020): 39-51.

Artanto, Widi. Menjadi Gereja Misioner dalam Konteks Indonesia. Yogyakarta: Kanisius, 2010.

Aryanto Antonius Galih Arga W, Kartono. “Menyoal Identias Perempuan: Analisa Identitas Sosial Perempuan Siro Fenisia dalam Markus 7:24-30.” Ladero (2022): 211-212.

Baker, Coleman A. “Social Identity Theory and Biblical Interpretation.” Biblical Theology Bulletin 42, no. 3 (2012): 131.

Barclay, William. Pemahaman Alkitab Setiap Hari: Injil Markus. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2015.

Bortwick, Paul. Pemberitaan Injil Tugas Siapa. Bandung: Kalam Hidup, 1995.

Bosch, David J. Transformasi Misi Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.

Butarbutar, Rut Debora. “Dari Church Planting ke Hospitalitas: Suatu Tinjauan Kritis terhadap Misi Gereja di Tengah Konteks Keberagaman.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 4, no. 2 (2020): 170.

Cadwallader, Alan H. “When A Woman Is A Dog: Ancient and Modern Ethology Meet the Syrophoenician Women.” The Bible and Critical Theory 1, no. 4 (2005): 4.

Carey, Greg, dan Fransisco Lozada, ed. The Dog-Woman of Canaan, and Other Animal Tales in the Gospel of Matthew in Soundings in Cultural Criticism: Perspectives and Methods in Culture, Power, and Identity in the New Testament. Minneapolis: Fortress Press, 2013.

Colin, Battersby. “Beyond our Boders: A study of the Canaanite Women Narative in Matthew’s Gospel.” Exegetical Essay (2016): 7.

Crook, Zeba. “Honor, Shame and Social Status Revisited.” Journal of Biblical Literature 128, no. 3 (2009): 605.

Dorothy, Lee A. “The Faith of the Canaanite Women: Narrative, Theology, Ministry.” Trinity Theological College, 2014.

Dufton, Francis. “The Syrophoenician Woman and Her Dogs.” The Expository Times 100, no. 11 (1989): 417.

E., Christopher. “The Dynamic of Humility and Wisdom: The Syrophoeniian Women and Jesus in Mark 7:24-31a.” Luman et Vita 2 (2012): 7.

Eliazer Nuban; Yeheskiel Obehetan. “Integrasi Antara Misiologi dan Pelayanan Pastoral.” Jurnal Arrabona 3, no. 1 (2020): 1–27. https://jurnal.sttarrabona.ac.id/JurnalSTTA/index.php/JUAR/article/view/36/23.

Febriania, Mariani. “Hospitalitas: Suatu Kebajikan yang Terlupakan di tengah Maraknya Aksi Hostilitas Atas Nama Agama.” Jurnal Theologia Aletheia 20, no. 14 (2018): 57-58.

France, Richard T. The Gospel of Mark: A Commentary on the Greek Text. Grand Rapids: Eerdmans Publishing, 2014.

Fredericks, James L. “Interreligious Friendship: A New Theological Virtue.” Journal of Ecumenical Studies 35, no. 2 (1998): 159.

GP, Harianto. Misi Dari Missio Dei Menuju Missio Ecclesia. Yogyakarta: Andi, 2017.

———. Pengantar Misiologi: Misiologi Sebagai Jalan Menuju Pertumbuhan. Yogyakarta: ANDI, 2016.

Harefa, Febriaman Lalaziduhu. “Menggunakan Konsep Inkarnasi Yesus sebagai Model Penginjilan Multikultural.” PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen 16, no. 1 (2020): 60-61.

Harisantoso, Imanuel Teguh. “Identitas Postkolonial Perempuan Siro-Fenisia dalam Markus 7:24-30.” Regula Fidei: Jurnal Pendidikan Agama Kristen 4, no. 2 (2019): 147–157.

———. “Pertobatan Dialogis: Analisa Postkolonial terhadap Percakapan Yesus dengan Perempuan Siro-Fenisia dalam Markus 7:24-30.” Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen 2, no. 1 (2020): 75.

Harming, Harming. “Penginjilan Yesus dalam Injil Yohanes 4:1-42.” Evangelikal Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 1, no. 2 (2017): 162.

Hershberger, Michele. Hospitalitas: Orang Asing atau Ancaman? Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009.

Hicks, Jane E. “Crumbs, Dogs, and Border-Crossings: A Postcolonial-Feminist Rereading of the Syrophoenician Woman Story.” Verbum 3, no. 1 (2005): 12.

Jacobs, Tom. “Yesus dan Perempuan Siro Fenisia.”

De Jong, Kees. Pekabaran Injil dalam Konteks Masyarakat Multikultural Pluralistik. Yogyakarta: TPK, 2010.

Kgatle, Mookgo Salomoon. “Crossing Boundaries: Social-Scientific Reading of the Faith Of A Canaanite Woman.” Stellenbosch Teological Journal 4, no. 2 (2018).

Kristian, Alvin Budiman. “Pemberitaan Injil di tengah Masyarakat Pluralis.” Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, dan Pendidikan 3, no. 2 (2019): 127.

De Kuiper, Arie. Misiologia: Ilmu Pekabaran Injil. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2016.

Labobar, Yuni Feni. “Gereja Dibalik Dinding: Kajian Markus 7:24-30 dan Implikasinya bagi Pendidikan Multikultural di Indonesia.” Tumou Tou 6, no. 1 (2019): 63-64.

Lengkong, Samuel. “Iman dan Logika Perempuan Kanaan: Interpretasi Matius 15:22-28.” Manna Rafflesia 8, no. 2 (2023): 169–181.

Lumbantobing, Darwin. Teologi di Pasar Bebas. Pematangsiantar: L-SAPA, 2010.

Naftallino, A. Teologi Misi: Misi di Abad Postmodernisme. Jakarta: WIM, 2007.

Newbigin, Lesslie. Injil dalam Masyarakat Majemuk. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019.

Nggadas, Decky Hidnas Yan. “Yesus Belajar dari Perempuan Siro-Fenisia?: Berdialog dengan Ruth Schafer.” Luxnos 2, no. 2 (2016): 257–283.

Obehetan, Yeheskiel. “Kaum Kedar: Tanggung Jawab Orang Percaya.” Jurnal Arrabona: Jurnal Teologi dan Misi 5, no. 2 (2023): 167–195.

PGI. Memberitakan Injil di tengah Masyarakat Majemuk: Tiga Dokumen Kontemporer Gerejawi. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.

Pieters, George W. A Biblica Theology Of Mission. Chicago: Moody Press, 1972.

Putra, Adi. “Memahami Bangsa-bangsa Lain dalam Injil Matius.” BIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 1, no. 2 (2018): 243–252.

Randam, Sindy. “Suara Perempuan yang Terbungkam: Reintrepretasi Teks Markus 7:24-30.” Teruna Bhakti 4, no. 2 (2022): 303–314.

Ross, Cathy. “Creating Space: Hospitality as a Metaphor for Mission.” Jurnal Anvil 25, no. 3 (2008): 167.

Sechrest, L. Love. “Enemies, Romans, Pigs and Dogs: Loving the other in the Gospel of Matthew.” Journal Ex Auditu 31 (2015): 86.

Sihombing, Batara. “The Sending Out of the Disciples (Mt 10: 5-11) Without Payment and Its Relevance to the Sending of HKI Church Servants in Mission of Church-Planting Projects in Indonesia.” General Assembly of International Association for Mission Studies (IAMS) in Australia, n.d.

Sinaga, P Marolop. “Memberitakan Injil dalam Masyarakat Pluralis.” In Misi Baru dalam Kemajemukan: Teologi Lintas-Iman dan Lintas Budaya, 236-240. Sulawesi Utara: UKIT Press, 2018.

Singgih, Emmanuel Gerrit. Berteologi dalam Konteks. Yogyakarta: Kanisius, 2000.

Smith, J.C.H. “The Construction of Identity in Mark 7:24-30: The Syrophoenician Woman and the Problem of Ethnicity.” Biblical Interpretation, no. 20 (2012): 477.

Stevanus, Kalis. “Memaknai Kisah Orang Samaria Yang Murah Hati Menurut Lukas 10:25-37 Sebagai Upaya Pencegahan Konflik.” BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual 3, no. 1 (2020): 1-13.

———. “Mengimplementasikan Pelayanan Yesus Dalam Konteks Misi Masa Kini Menurut Injil Sinoptik.” FIDEI: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika 1, no. 1 (2018): 284-298.

———. “Rekonstruksi Paradigma dan Implementasi Misi Gereja di Indonesia Masa Kini.” Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan 7, no. 2 (2021): 106–107.

Susanta, Yohanes Krismantyo. “Hospitalitas Sebagai Upaya Mencegah Kekerasan dan Memelihara Kerukunan Dalam Relasi Islam-Kristen di Indonesia.” Societas Dei: Jurnal Agama dan Masyarakat 2, no. 1 (2017): 304.

Sutanto, Hasan. Hermeneutik: Prinsip Dan Metode Penafsiran Alkitab. Malang: Literatur SAAT, 2001.

Talan, Yesri Esau. “Mengkaji Hakekat Misi Inklusif Yesus berdasarkan Injil Lukas dan Aplikasinya bagi Misi Masa Kini.” Manna Rafflesia 6, no. 2 (2020): 200–219.

Thomas, Norman E. Teks-teks Klasik tentang Misi dan Kekristenan Sedunia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2019.

Timo, Ebenhaizer Nuban. Meng-Hari-ini-Kan Injil di Bumi Pancasila: Bergereja dengan Cita Rasa Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2018.

Tomatala, Yakob. Teologi Misi. Jakarta: Leadership Foundation, 2003.

Triastani, Deni, Ferderika Pertiwi Ndiy, dan Harming Harming. “Strategi Misi Lintas Budaya Berdasarkan Kisah Para Rasul 1:8.” Teologi Kontekstual Indonesia 1, no. 1 (2020): 16.

Venema, H. Injil untuk Semua Orang. Jakarta: Yayasan Komunikasi Binas Kasih, 2006.

Wefald, Erick. “The Separate Gentile Mission in Mark: A Narrative Explanation of Markan Geography, the Two Feeding Accounts and Exorcisms.” Journal for the Study of the New Testament 18, no. 60 (1996): 6.

Williams, Rowan. Mission Shaped Church: Church Planting and Fress Ekspression in a Changing Context. New York: Seabury Books, 2010.

Woga, Edmund. Misi, Misiologi, dan Evangelisasi di Indonesia. Yogyakarta: Kanisius, 2009.

Wrobleski, Jessica. The Limits of Hospitality. Minnesota: Liturgical Press, 2012.

Yusuf, A. Muri. Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana, 2017.

Diterbitkan

2024-02-29

Cara Mengutip

Sinaga, A. V., & Tumangger, R. H. (2024). Misi Yesus Melampaui Batas-Batas: Memaknai Misi Yesus dalam Konteks Lintas Budaya berdasarkan Markus 7:24-30 dan Implikasinya bagi Misi Kristen. Jurnal Arrabona, 6(2), 182–206. https://doi.org/10.57058/juar.v6i2.110

Terbitan

Bagian

Articles