Meretas Polarisasi Doktrin Kehidupan Jemaat Mula-Mula dan Implementasinya bagi Pendidikan Agama Kristen Keluarga Masa Kini
DOI:
https://doi.org/10.57058/juar.v6i1.81Kata Kunci:
Doktrin gereja, Jemaat mula-mula, Keluarga.Abstrak
The objective of this article is to delve into the underlying meanings within the lives of the early congregation and to link them with their relevance in the lives of contemporary Christian families. Within this article, an analysis is conducted on the concepts of life during the era of the apostles, with the intention of elucidating how the early congregation maintained resilience amidst challenging circumstances and provided a profound perspective for modern Christian families. The analysis of the lives of the early congregation is anticipated to provide valuable insights for Christian families. The inquiries addressed within this study are how the concepts of the early congregation's life can be actualized through Christian religious education within the milieu of modern Christian families, along with the model of Christian religious education that can be embraced by these families. To address these inquiries, a qualitative research methodology is employed, encompassing the analysis of pertinent literature including books, articles, and journals. The research findings ascertain that the principles of the early congregation's life remain pertinent and can be applied in the contemporary context through elements of hope, steadfast faith, and love. As such, Christian families are urged to comprehend and implement God's messages in confronting the challenges of daily life.
Tujuapenulisan artikel ini adalah bertujuan untuk menggali makna yang terkandung dalam kehidupan jemaat mula-mula yang masih relevan dengan kehidupan jemaat masa kini. Pembahasan artikel ini mengetengahkan ulasan konsep-konsep Paulus dalam mengajari jemaat mula-mula untuk tetap kuat dalam tekanan dan diyakini memberi pemaknaan lebih kepada keluarga Kristen masa kini. Evaluasi dari kehidupan jemaat mula-mula diharapkan memberikan masukan bagi keluarga Kristen masa kini agar menjadi lebih baik. pertanyaan yang berusaha dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi konsep kehidupan jemaat mula-mula melalui pendidikan agama Kristen keluarga dalam kehidupan keluarga masa kini? Model pendidikan agama Kristen seperti apa yang bisa digunakan untuk diterapkan dalam keluarga?. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi pustaka. Dalam Kajian ini, peneliti menemukan bahwa Konsep hidup jemaat mula-mula masih relevan dan dapat diimplemetasikan dalam konteks masa kini melalui hidup dalam pengharapan, kokoh dalam iman dan hidup dalam kasih. Keluarga Kristen perlu menyadari dan memahami maksud Tuhan dalam setiap tantangan hidup yang datang silih berganti.
Referensi
Adu, Mariyanti, and Remegises Danial Yonanis Pandie. “Pola Asuh Demokratis Sebagai Praktik Pendidikan Agama Kristen Dalam Keluarga.” Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 4, no. 3 (2022): 4589–4600.
Baskoro, Paulus Kunto, and Hardi Budiyana. “Membangun Pola Pengajaran Melalui Mezbah Keluarga Sebagai Gaya Hidup Keluarga Kristen Masa Kini.” THRONOS: Jurnal Teologi Kristen 2, no. 2 (2020): 103–114.
Djone Georges Nicolas. “ Analisis Model Pelayanan Jemaat Mula-Mula Berdasarkan Kisah Para Rasul: Suatu Teladan Bagi Gereja Masa Kini.” Formosa Journal of Multidisciplinary Research ( 1, no. 3 (2022): 521–532.
Gea, Yanti Imariani. “Iman Orang Percaya Dalam Menghadapi Tantangan Dan Pergumulan Hidup.” IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (2020): 25–32.
Hyslop-Margison, John Dale · Emery J. Paulo Freire: Teaching for Freedom and Transformation. New York: Springer, 2010.
Meyva Polii, Justril Ircoy Tambajong. “Pengharapan Orang Percaya Kepada Allah Di Tengah Pandemi Covid-19.” Jurnal Teologi Berita Hidup 5, no. 1 (August 2022): 96–106.
Pandie, Remegises Danial Yohanis. “Literasi Digital Berbasis Pendidikan Kristiani Sebagai Sarana Pembentukan Karakter Era Disrupsi Teknologi.” Edukatif : Jurnal Ilmu Pendidikan 4, no. 4 (2022): 5995–6002.
Pertiwi Ndiy, Ferderika. “Prinsip Pertumbuhan Gereja Mula-Mula Ditinjau Dari Kisah Para Rasul 2:1-47 Dan Aplikasinya Bagi Gereja Masa Kini.” Integritas: Jurnal Teologi 1, no. 2 (December 2019): 101–111.
Ramses Simanjuntak, Bakhoh Jatmiko, Hadi Siswoyo, Anthoneta Ratu Pa, and & Albert Yusuf Langke. “Akomodasi Filsafat Pragmatisme Dalam Pendidikan Agama Kristen Untuk Menjawab Tantangan Pembelajaran Di Era Digital | Simanjuntak | Angelion: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen.” Angelion : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol. 2, no. 2 (December 2021): 165–181.
Saputra, Tjendanawangi. “Signifikansi Teori Horace Bushnell Bagi Pendidikan Keluarga Kristiani Di Era Revolusi Industri 4.0.” Jurnal Abdiel: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja 6, no. 1 (2022): 55–72.
Sonny Eli Zaluchu. “Eksegesis Kisah Para Rasul 2:42-47 Untuk Merumuskan Ciri Kehidupan Rohani Jemaat Mula-Mula Di Yerusalem.” EPIGRAPHE: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani 2, no. 2 (January 2019): 72–82.
Sunarto, Sunarto. “Kehidupan Keluarga Kristen Dan Tantangannya Pada Masa Kini.” Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) 8, no. 1 (2018): 103–123.
Tarno Rolandtua Manik. “Kajian Teologis Tentang Cara Hidup Jemaat Mula-Mula Dan Relevansinya Dalam Komunitas Salvation Serving and Confidant of God Di GBI Keluarga Imamat Rajani Jakarta.” Mathetes: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. 1 (May 2020): 89–100.
Thomas Bilo, Dyulius. “Karakteristik Kasih Kristiani Menurut 1 Korintus 13.” Phronesis: Jurnal Teologi dan Misi 1, no. 1 (July 2018): 1–17.
Yakub Hendrawan Perangin-angin, and Tri Astuti Yeniretnowati. “Membangun Perspektif Keluarga Bahagia Berdasarkan Prinsip Alkitab.” Ginosko: Jurnal Teologi Praktika 2, no. 1 (November 2020): 55–69.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Jurnal Arrabona

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.








